Cara Bikin Website, atau apapun itu

Kali ini saya mau berbagi kepada para pembaca sekalian mengenai cara pembuatan sebuah website, yang mana website itu sendiri adalah sebuah perangkat lunak. Nah, karena ia merupakan sebuah perangkat lunak maka otomatis teori pengembangannya tidak luput dari yang namanya SDLC atau Software Development Life Cycle yang bisa diartikan sebagai Alur Pengembangan Perangkat Lunak.

Dari teori SDLC tersebut maka kita mempunyai pedoman yang baik dalam pengembangan sebuah aplikasi, sehingga proyek pembuatannya tidak melenceng terlalu jauh dari apa yang akan dicita-cita kan. Kali ini saya ingin berbagi mengenai pengalaman saya selama ini dalam mengembangkan suatu website yang bersifat dinamis sehingga bisa disamakan dengan software yang biasa kita pakai di Desktop.

Saya sendiri lebih cenderung menggunakan model Iterasi diman urutan yang saya pakai adalah sebagai berikut:

1. Requirement Gathering
ini adalah proses untuk mulai meneliti kebutuhan dari klien tersebut,
caranya ya tanya jawab aja, trus ditulis di sesuatu, terserah yang biasanya
dipakai apa. tanya aja, webnya nanti kira2 mau gimana? bisa apa aja? apa aja
yg mau ditampilin? desainnya gimana? kira2 ada referensi desain nggak? trus
itu dicatet..

2. System Design
fase ini adalah saat kamu mencoba menggambarkan hasil analisa dan tanya
jawab itu menjadi suatu desain software, apakah itu CDM & PDMnya, Use-Case
nya, Class Diagram nya, dll yang penting desain dan saat ini sama sekali
nggak ngoding, yang diperlukan adalah analisa dan dan imajinasi. caranya
gimana? ya gambar aja ke tools2 permodelan seperti Visio, Power Designer,
Enterprise Architect, Visual Studio, dll.. tujuannya untuk apa? yaitu
sebagai acuan pada saat nanti proses implementasi (ngoding) biar codingannya
nggak kemana-mana dan tetap fokus. Kalau aku cenderung pake Power Designer
untuk CDM PDM, karena dia bisa sekaligus generate script buat implementasi
database nya.

3. Implementation
fase ini adalah fase N.G.O.D.I.N.G sesuai dengan apa yang kamu desain
sebelumnya. Nah untuk website, fase ini juga termasuk fase untuk desain web,
karena desain web menurutku itu adalah salah satu proses implementasi (HTML,
CSS, JavaScript, dll). Jangan lupa ngoding engine webnya dan databasenya
gan..🙂

4. Testing
fase ini adalah fase buat ngetes seberapa bener fungsi-fungsi yang udah
kamu bikin sebagai engine apabila dikaitkan dengan proses bisnis atau alur
algortima globalnya. Apakah sudah sesuai? nah kalau dirasa sudah sesuai dan
baik2 aja alias nggak ada bug kita ke langkah berikutnya.

5. Launching
fase ini adalah fase dimana kamu nunjukin ke klien kerjamu itu udah
kayak gimana, dan udah jadi sejauh apa. di fase ini penting karena biasanya
klien akan menyampaikan banyak feedback berdasarkan kebutuhannya, apakah
sudah sesuai atau belum, dll. Tapi pastikan bahwa feedback yang diberikan
tidak sebagai penambah2 fungsi yang sebelumnya tidak pernah dijabarkan
sebelumnya. Coba pas awal2 ngomongin scope projectnya, biar nanti kamu ga
ditambahin yang terlalu macam2 sama si klien ini.. bisa-bisa kamu yang malah
rugi sendiri karena kliennya mintanya terlalu macam2..

Nah apabila setelah fase kelima dirasa masih belum sempurna, dan dapat
masuk2an lagi.. saatnya kembali ke fase 2, pastikan apakah system yang kamu
desain sudah sesuai dengan permintaan klien tadi, kemudian lanjut ke fase2
selanjutnya.

semoga bermanfaat..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s